Jumpa Sheila On 7 di Pasar Pahing

Pagi itu cuacanya cukup syahdu, karena mendung memilih datang lebih awal dari biasanya. Lurah Music berkesempatan mengunjungi sebuah pasar dengan pasaran Pahing dalam kalender Jawa, pasar ini terletak di Kabupaten Sleman sekitar 13 kilometer dari pusat kota Jogja. Walau kami datang masih terlalu pagi tetapi pedagang sudah mulai menata barang dagangannya dengan beralaskan terpal, cukup banyak penjaja barang bekas di pasar ini, karena letaknya yang tidak jauh dari Magelang jadi pedagang dari Magelang pun ada juga yang melapak di pasar ini.

Banyak jenis barang yang dijajakan di pasar ini, dari sparepart motor, mobil hingga obat kuat pun ada. Namun Lurah Music bukan mencari benda-benda tersebut ya, Lurah Music bertugas untuk mengais artefak musik yang berserakan di pasar ini. Awal perjalanan banyak rilisan fisik jenis kaset pita yang menggoda kami, namun apa daya dengan kondisinya yang kurang “oke” karena basah oleh hujan yang berturut-turut mengguyur Jogja 2 hari kemarin.

Sampai akhirnya kami bertemu pedagang yang khusus menjual kaset pita, kami sempat berkenalan dan ngobrol ngalor ngidul mengenai kaset pita dengan beliau, Pak Rudi namanya, kami lupa tidak menanyakan sudah berapa lama beliau menjajakan kaset pita. Beberapa kaset pita yang dijual oleh beliau nampaknya menggoda kami untuk membawanya pulang.

Tak lama, kami menjatuhkan pilihanya pada kaset pita album “Kisah Klasik Untuk Masa Depan” dari Sheila On 7. Kami memilih kaset pita ini karena kami rasa Sheila On 7 adalah maestro musik pop di Indonesia. Bahkan, album kedua yang dirilis pada tahun 2000 ini menjadi album terlaris dari Sheila On 7 dan hampir 2 juta kopi terjual di Asia tenggara.

Album yang dirilis oleh label Sony Music ini berisi 12 lagu, dan masing-masing side kaset memiliki 6 lagu. Pada side A berisi “Sahabat Sejati, Bila Kau Tak Di sampingku, Sephia, Just For My Mom, Sebuah Kisah Klasik dan Temani Aku”, sementara pada side B berisi “Pagi yang Menakjubkan, Lihat, Dengar, Rasakan, Tunggu Aku di Jakarta, Kar’na Aku Setia, Tunjuk Satu Bintang dan S’lamat Tidur.

Ada yang mengatakan jika album perdana dari musisi penjualannya sukses maka album yang kedua tidak akan seperti album pertamanya atau bisa disebut sophomore slump akan tetapi Sheila On 7 membantahnya dengan album “Kisah Klasik Untuk Masa Depan”, di mana album ini malah menjadi album terlarisnya.

Dilihat dari lirik pada setiap lagunya album ini dibuat sebagai pengingat di masa lalu dan sebagai penanda untuk masa depan. Sangat kental terasa pada lagu Kisah Klasik Untuk Masa Depan “Bersenang-senanglah karna hari ini yang ‘kan kita rindukan di hari nanti, sebuah kisah klasik untuk masa depan”.(AP)


Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *